Kamis, 24 September 2015

Potensi

A. Tentang Potensi Desa
Potensi desa dapat terbagi dalam dua macam yaitu:
1. Potensi Fisik
a) Tanah mencakup berbagai macam kandungan kekayaan yang terdapat di dalamnya. Misalnya kesuburan, tanah, bahan tambang, dan mineral.
b) Air meliputi sumber air dan fungsinya sebagai pendukung kehidupan manusia. Air sangat dibutuhkan oleh setiap mahkluk hidup untuk bertahan hidup dan juga beraktivitas sehari-hari.
c) Iklim sangat erat kaitannya dengan temperatur dan curah hujan yang sangat mempengaruhi setiap daerah, sehingga corak iklim sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat desa agraris.
d) Ternak berfungsi sebagai sumber tenaga dan sumber gizi bagi masyarakat pedesaan. Pada desa agraris, ternak juga dapat menjadi investasi dan sumber pupuk.
e) Manusia merupakan sumber tenaga dalam proses pengolahan lahan petani, sehingga manusia sebagai potensi yang sangat berharga bagi suatu wilayah untuk mengelolah sumber daya alam yang ada.
2. Potensi Nonfisik
a) Masyarakat desa cirinya memiliki semangat kegotongroyongan yang tinggi dalam ikatan kekeluargaan yang erat (gemeinschaft) merupakan landasan yang kokoh bagi kelangsungan program pembangunan.
b) Lembaga-lembaga sosial, pendidikan, serta organisasi sosial desa. Lembaga-lembaga tersebut banyak memberikan pembinaan dan arah bagi perkembangan dan pelaksanaan pembangunan desa dalam meningkatkan taraf hidup warganya. Lembaga-lembaga sosial yang terdapat di desa, antara lain yaitu lembaga:
•   Pemerintahan, seperti Badan Perwakilan Desa (BPD).
•   Pendidikan, seperti perpustakaan desa, penyuluhan, simulasi, dan lain-lain.
•   Kesehatan, seperti puskesmas, posyandu, dan BKIA.
•   Ekonomi, seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dan lumbung desa.
c) Aparatur dan pamong desa merupakan sarana pendukung kelancaran dan ketertiban pemerintahan desa. Perannannya sangat penting bagi perubahan dan tingkat perkembangan desa.
Potensi fisik dan nonfisik desa tersebut merupakan faktor penunjang peranan desa sebagai hinterland, yaitu daerah penghasil bahan-bahan pokok bagi masyarakat kota. Potensi fisik dan nonfisik antar desa berlainan satu sama lain, hal ini dikarenakan:
1. Perbedaan lingkungan geografis, seperti luas wilayah, jenis tanah, tingkat kesuburan, sumber daya alam, dan penggunaan lahan.
2. Perbedaan kondisi demografi, meliputi jumlah, kepadatan, serta persebaran penduduk.

B. Potensi Kelurahan Lempake
Lempake merupakan salah satu desa agraria di Kecamatan Samarinda Utara, Kabupaten Kota Samarinda. Pertanian merupakan potensi di daerah ini yang bisa dikelola dan diberdayakan. Sebagian besar masyarakat Lempake bermatapencaharian sebagai petani (pemilik sawah ataupun buruh tani) dengan ujung tombak pertaniannya sendiri adalah padi, jagung, dan kacang tanah

Metode penanamannya sendiri adalah tanam silang. Pada musim hujan, para petani di Desa Ambit menanam jagung dan kacang di lahan yang sama. Hingga pada saatnya panen, jagung dan kacang dipanen secara gotong-royong. Adanya kelompok tani di Desa Ambit, memudahkan koordinasi antar warga yang akan memanen lahan jagung dan kacangnya dikarenakan pemanenan bisa dilakukan secara gotong royong. Setalah jagung dan kacang tanah dipanen, lahan dibersihkan dan mulai disiapkan lahan tersebut untuk menanam padi. Sumber daya alam berupa sawah dan kebun yang luas merupakan ciri khas dari wajah Desa Ambit. Apabila hal itu tidak dimanfaatkan dengan baik, kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah hilangnya identitas desa dan kesejahteraan masyarakat pun akan rendah.
Secara kondisi demografi, potensi yang dimiliki Desa Ambit yang lainnya adalah tingginya persentase angka usia produktif. Tercatat pada Sensus Penduduk Tahun 2011, penduduk yang berusia antara 20-45 tahun memiliki persentase yang cukup tinggi, yaitu 46,14%. Besarnya angka usia produktif menandakan tingginya SDM yang bisa diberdayakan untuk kesejahteraan desa.
Kelembagaan desa pun berjalan dengan baik, seperti BPD, Gapoktan, LPM, PKK, Linmas, Posyandu, Kelompok Tani, DKM, RW/WT, dan Kelompok Arisan. Hal itu bisa dilihat dari aktifnya lembaga-lembaga tersebut hadir di rapat desa.
Di bawah ini adalah data tabel potensi fisik maupun non-fisik yang dimiliki desa:
1. Sumber Daya Alam (Tabel Jenis Sumber Daya Alam)

2. Sumber Daya Manusia (Tabel Usia Penduduk)

3. Sumber Daya Manusia (Tabel Jenis Mata Pencaharian)




Jumat, 18 September 2015

Kesehatan

Bidang kesehatan merupakan salah satu indikator dalam indeks kehidupan manusia. Kelurahan Lempake memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang kesehatan yaitu terdapat 1 unit Posyandu, 3 unit Puskesmas pembantu dan 1 unit Apotek. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2015 tercatat 3.700 pasien Posyandu, dan 17.775 pasien Puskesmas. 

Ekonomi

A.    Kondisi Ekonomi Kelurahan Lempake Secara Umum

Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat Kelurahan Lempake berupa sektor pertanian dan usaha perdagangan, terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil.

Selain sektor pertanian dan perdagangan, sarana ekonomi yang menjadi tulang punggung ekonomi Kelurahan Lempake adalah transportasi (ojeg) dan sarana lahan perkebunan dengan skala kecil pula.

Permasalahan yang dihadapi oleh Kelurahan Lempake terkait dengan sarana ekonomi antara lain adalah kompetensi dan daya saing penduduk usia produktif kurang memenuhi harapan dunia usaha sehingga peluang kerja dan peluang usaha yang ada kurang termanfaatkan secara optimal.

Selain itu permasalahan ekonomi lainnya antara lain adalah para pelaku usaha kecil perlu dukungan modal, masih banyak sektor-sektor usaha di Kelurahan Lempake yang kekurangan sarana pendukung.

B.    Mata Pencaharian

Luas daerah Kelurahan Lempake adalah 3.224 Ha yang sebagian besarnya merupakan area persawahan. Banyaknya area persawahan menyebabkan sebagian besar mata pencaharian penduduknya merupakan buruh tani. Jenis mata pencaharian di Kelurahan Lempake bisa dilihat di tabel berikut ini:






Pendidikan

A. Orientasi Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu modal dasar dalam pembangunan yang dapat menjadi sebuah investasi di masa yang akan datang. Guru pada tahun 2015 berjumlah 290 orang. Adapun jumlah sarana dan prasarana pendidikan di Kelurahan Lempake terdiri dari jenjang TK dan SLTA baik formal maupun non-formal.  Jumlah sarana pendidikan yang ada di Kelurahan Lempake untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:




B. Tingkat Pendidikan Penduduk

Sebagian besar masyarakat Kelurahan Lempake mengenyam pendidikan terakhir setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Data Geografis


A. Keadaan Geografis Desa
1. Batas Wilayah
•   Sebelah utara dibatasi oleh Kelurahan Sungai Siring
•   Sebelah selatan dibatasi oleh Kelurahan Mugirejo dan Gunung Lingai
•   Sebelah timur dibatasi oleh Kelurahan Tanah Merah dan Sungai Siring
•   Sebelah barat dibatasi oleh Kelurahan Gunung Lingai, Sempaja Utara dan Selatan
2. Kondisi Geografi
Kelurahan Lempake memiliki luas total 3.224 Ha yang terdiri dari ketinggian tanah dan permukaan laut 1.275 Ha, dengan curah hujan sebanyak 936 mm/th, dan suhu udara rata rata sekitar 31˚C.
3. Keadaan Topografi
Secara umum topografi Kelurahan Lempake merupakan perbukitan atau dataran tinggi.
B. Orbitasi (Jarak dari pusat Pemerintahan Kecamatan)
  1. Jarak dari pusat Pemerintahan atau Kecematan : 6   km
  2. Jarak dari Ibukota Kabupaten/Kota : 12 km
  3. Jarak dari Ibukota Provinsi : 12 km

Kamis, 17 September 2015

Data Demografis

A. Kependudukan

Berdasarkan data Sensus Penduduk tahun 2010 penduduk Kelurahan Lempake tercatat sebanyak 16.466 jiwa, dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 8.464 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 8.002 jiwa.
Perhatikan tabel berikut:


B. Jumlah Kepala Keluarga
Rumah tangga atau kepala keluarga di Kelurahan Lempake pada tahun 2015 berjumlah 3.582 jiwa.
Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut: